Terik mentari, dinginnya malam,guyuran hujan, atau tetesan embun pagi bukan satu alasan bagi tuanku untuk menghentikanku..aku harus tetap jalan..dan terus berjalan. Tuanku sepertinya tidak pernah mau tahu, jika sebagian bodyku sudah penyok penyok dan berkarat. banku telah gundul, remkupun telah blong, aku butuh ganti oli yang sudah sangat pekat dan hampir mengering, aku butuh turun mesin yang mulai berat dan tersendat, pembakaranpun sudah kurang lancar dan aku perlu busi baru. Akan tetapi tuanku tetap diam, dalam benaknya yang ada adalah "kejar setoran" dia tidak mempedulikan aku, sama sekali tidak melirik kondisiku, tuanku terlalu hanyut...hanyut oleh targetnya makanya aku terus di pacu walau dengan kondisi yang hampir lantak.Tuanku lupa akan aku dan akupun tetap membisu karena aku tidak bisa berkata apa "Kamu tidak boleh teriak tidak ada hak untukmu protes, semuanya urusanku mau aku gimanaiin kamu itu urusanku" itu kata tuanku "sekali lagi tidak ada hakmu yang ada adalah kewajiban" galaknya tuanku padaku *sedih*. Padahal kewajiban tuanku adalah merawatku, memeliharaku, barangkali dalam benak tuanku hanya satu itu tadi "kejar setoran" aku tidak boleh tahu untuk apa itu..."kamu hanya sang angkot, jalan aja temani aku kejar setoran" kata tuanku. Tidak seperti mobil mobil mewah lainnya yang masuk garasi kalau malam, terlindung dari dinginnya malam dan tetesan embun..tidak bagiku aku hanya tergeletak dipinggir jalan kadang untuk mencucikupun tuanku gak mau, mungkin tuanku terlalu lelah "ngejar setoran" hingga ia lupa aku, lupa bahwa aku masih belepotan lumpur dan dekil. Tapi aku harus tetap diam karena aku hanya Sang angkot" tidak ada hakmu yang ada adalah kewajibanmu..hakmu adalah kewajiban dan itu adalah "ngejar setoran" sekali lagi ingat kata tuanku "Kamu hanyalah sebuah angkot".
|
mang.. ke bekasi berapa ya ??
2,000 dollar cukup gak :P