My DailY JourneY <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\759679143\46blogName\75JouRnEY\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://qqsamudrajourney.blogspot.com/search\46blogLocale\75en_US\46v\0752\46homepageUrl\75http://qqsamudrajourney.blogspot.com/\46vt\0754932927642487206295', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script><!-- --><div id="b-navbar"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-logo" title="Go to Blogger.com"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/logobar.gif" alt="Blogger" width="80" height="24" /></a><form id="b-search" action="http://www.google.com/search"><div id="b-more"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-getorpost"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_getblog.gif" alt="Get your own blog" width="112" height="15" /></a><a href="http://www.blogger.com/redirect/next_blog.pyra?navBar=true" id="b-next"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_nextblog.gif" alt="Next blog" width="72" height="15" /></a></div><div id="b-this"><input type="text" id="b-query" name="q" /><input type="hidden" name="ie" value="UTF-8" /><input type="hidden" name="sitesearch" value="luciaelizabeth.blogspot.com" /><input type="image" src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_search.gif" alt="Search" value="Search" id="b-searchbtn" title="Search this blog with Google" /><a href="javascript:BlogThis();" id="b-blogthis">BlogThis!</a></div></form></div><script type="text/javascript"><!-- function BlogThis() {Q='';x=document;y=window;if(x.selection) {Q=x.selection.createRange().text;} else if (y.getSelection) { Q=y.getSelection();} else if (x.getSelection) { Q=x.getSelection();}popw = y.open('http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t=' + escape(Q) + '&u=' + escape(location.href) + '&n=' + escape(document.title),'bloggerForm','scrollbars=no,width=475,height=300,top=175,left=75,status=yes,resizable=yes');void(0);} --></script><div id="space-for-ie"></div><!-- --><div id="b-navbar"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-logo" title="Go to Blogger.com"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/4/logobar.gif" alt="Blogger" width="80" height="24" /></a><form id="b-search" action="http://www.google.com/search"><div id="b-more"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-getorpost"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/4/btn_getblog.gif" alt="Get your own blog" width="112" height="15" /></a><a href="http://www.blogger.com/redirect/next_blog.pyra?navBar=true" id="b-next"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/4/btn_nextblog.gif" alt="Next blog" width="72" height="15" /></a></div><div id="b-this"><input type="text" id="b-query" name="q" /><input type="hidden" name="ie" value="UTF-8" /><input type="hidden" name="sitesearch" value="qqsamudra.blogspot.com" /><input type="image" src="http://www.blogger.com/img/navbar/4/btn_search.gif" alt="Search" value="Search" id="b-searchbtn" title="Search this blog with Google" /><a href="javascript:BlogThis();" id="b-blogthis">BlogThis!</a></div></form></div><script type="text/javascript"><!-- function BlogThis() {Q='';x=document;y=window;if(x.selection) {Q=x.selection.createRange().text;} else if (y.getSelection) { Q=y.getSelection();} else if (x.getSelection) { Q=x.getSelection();}popw = y.open('http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t=' + escape(Q) + '&u=' + escape(location.href) + '&n=' + escape(document.title),'bloggerForm','scrollbars=no,width=475,height=300,top=175,left=75,status=yes,resizable=yes');void(0);} --></script><div id="space-for-ie"></div><!-- --><div id="b-navbar"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-logo" title="Go to Blogger.com"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/logobar.gif" alt="Blogger" width="80" height="24" /></a><form id="b-search" action="http://www.google.com/search"><div id="b-more"><a href="http://www.blogger.com/" id="b-getorpost"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_getblog.gif" alt="Get your own blog" width="112" height="15" /></a><a href="http://www.blogger.com/redirect/next_blog.pyra?navBar=true" id="b-next"><img src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_nextblog.gif" alt="Next blog" width="72" height="15" /></a></div><div id="b-this"><input type="text" id="b-query" name="q" /><input type="hidden" name="ie" value="UTF-8" /><input type="hidden" name="sitesearch" value="yovitaatmadjaja.blogspot.com" /><input type="image" src="http://www.blogger.com/img/navbar/1/btn_search.gif" alt="Search" value="Search" id="b-searchbtn" title="Search this blog with Google" /><a href="javascript:BlogThis();" id="b-blogthis">BlogThis!</a></div></form></div><script type="text/javascript"><!-- function BlogThis() {Q='';x=document;y=window;if(x.selection) {Q=x.selection.createRange().text;} else if (y.getSelection) { Q=y.getSelection();} else if (x.getSelection) { Q=x.getSelection();}popw = y.open('http://www.blogger.com/blog_this.pyra?t=' + escape(Q) + '&u=' + escape(location.href) + '&n=' + escape(document.title),'bloggerForm','scrollbars=no,width=475,height=300,top=175,left=75,status=yes,resizable=yes');void(0);} --></script><div id="space-for-ie"></div>
   
 
Saturday, May 14, 2005
Lelahku...
Kelelahan terus mengurungku,..sementara nuansa asa masih terus berlari bersama hembusan sang bayu..kembali memaksaku untuk tetap bertahan di sini, menancapkan jari jemariku..memasung ke dua kakiku...
Hembusan nafas dan belaian duniawi yang seolah tidak pernah mengenal kata atau istilah "cukup" terus menghepas tubuhku kedalam ketiadaan..
bibirku kering sudah...
nafasku terengah...
aku haus....
merangkak aku merangkak...
terpuruk...semakin terpuruk...
tulangku tlah rapuh kini,..namun seperti cambuk yang terus mendera punggungku kemudian memaksaku untuk kembali berdiri dan berjalan walau aku semakin letih, terlilit keterbatasan, lumpuh tak bertumpu,..
Sampai kapan...????
Entah sampai kapan.....
posted by akbarfajar @ Saturday, May 14, 2005   1 comments
Wednesday, April 06, 2005
Syukur dan memuji
Kalamullah di ummul Kitab yang biasa di baca 17x sehari minimal sepertinya sudah tidak asing lagi...arti harfiahnya adalah "Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam" wujud syukur dan penghargaan akan karuniaNya termaktub dalam di kalimah tersebut...ada satu kata yang sangat perlu digaris bawahi "segala puji"..sepertinya jarang sekali orang memahami apa saja segala puji tersebut, atau ada berapa puji tersebut karena di situ disebut kata "segala"..tentunya ada jumlah atau bilangannya...
Menurut yang pernah aku dapat "puji" dalam ayat pertama al-fatihah tersebut terbagi pada empat, yaitu:
1.Puji Dzat Alloh Ta'ala ke DzatNya sendiri.
Pengertiannya wajar bila Dia mau memuji DzatNya sendiri mengagungkan Dzatnya sendiri menyombongkan Dzatnya sendiri karena itu adalah memang haknya Dia..Dia mau berujar Al Mutakabbir, Al Akbar, Al Jabbar, Aku Maha Sombong, Aku Maha Besar, Aku Maha kuat, dan segalanya (lihat asma'ul Husna)..
Itu semua adalah haknya Dia, Dia yang Maha Sempurna, pengejawataan dalam kehidupan kita, tidaklah kita berhak untuk merasa sombong, takabbur, merasa diri lebih karena itu semua bukan milik kita sebagai hamba yang lemah, tidak patut sifat sombong atau takabbur melekat erat di bathin kita.
2. Puji Alloh Ta'ala pada Hamba.
Allah akan memberikan pujianNya pada mereka hamba hamba terpilih atas ketaqwaannya, kesantunannya, dalam mengikuti perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
3. Puji Hamba pada RabbNya.
PujianNya akan dikembalikan kembali oleh si hamba padaNya dengan selalu dzikir dan tawadlu serta bersyukur akan segala ni'matNya, dzikir dengan ucap, dzikir dengan tindakan dan dzikir dengan qolbunya.
4. Puji sesama hamba.
Saling menghargai, saling menghormati berbagi kasih itulah puji sesama hamba, saling tuntun dalam kebajikan, tidak menganggap remeh sesama, dan lain sebagainya itulah puji yang dimaksud.
Begitu dalam jika dikaji lautan kalamNya, begitu luas samudra ilmuNya, hanya setetes yang Dia berikan pada kita dari hamparan samudra luasNya hanya sebutir pasir yang Dia turunkan pada kita sebagian ilmunya dari hamparan gurunNya..semoga kita tidak mengambil hakNya untuk memuji diri sendiri mengagungkan diri sendiri, mengagap lebih diri sendiri, merasa diri wah, super.
Tapi kita akan mawas diri dan selalu menundukkan muka, tidak tengadah dengan kepongahan, mau menghargai sesama dan mawas diri untuk selalu menjaga perasaan sesama..amieenn....
posted by akbarfajar @ Wednesday, April 06, 2005   1 comments
Tuesday, April 05, 2005
Di antara Mizan
Kala tangan dan kaki berkata
Kala lidah tak lagi berdusta
Kala buram berubah terang
Bisu adalah belenggu
Dan diri adalah saksi

Segala bajik adalah aura
Nista kan jadi dakwa
Musnah segala pura pura...
Luluh tanda tanya..
dan pudar fatamorgana..

Kala raga tak lagi berbusana
Basuh lembut taqwa adalah dewa
Dan gairah iman adalah bunga
Amal jariyah adalah permata
Ketika mizan antara kita...
posted by akbarfajar @ Tuesday, April 05, 2005   1 comments
Sunday, April 03, 2005
Kembali Buatmu Kawan
Untuk menyadari kondisi diri dan kelemahan diri sepertinya memang sangat sulit, apalagi telah ditopang oleh keangkuhan yang tlah berkarat....kenapa harus senang bertepuk dada, padahal dengan demikian semakin memperlihatkan kelemahan diri...yang lebih gawat lagi disertai pula dengan ungkapan ungkapan kotor sepertinya lidah tidak ada remnya, ck ck ck sungguh kaget mendengarnya....
Apakah harus lingkungan merubah sikap..?? merubah adat...?? bahkan mengoyak syari'ah..?? Prilaku yang dulu begitu santun kini berubah, berubah total..dulu kamu suka rukuk...rukukmu itu tercermin pula dalam keseharianmu, kamu mau menundukan kepala kamu, kamu mau menghormati sekelilingmu dan kamu tidak memandang rendah pada sahabat atau sodaramu...tapi kini..??? duh...duh...kemanakah lemah lembutmu..??? kemanakah tatakramamu...??? kemanakah keagungan yang dulu kau junjung itu...??? Hanya bisikku menyertaimu kawan..semoga pintu hatimu kembali terketuk pancaran ilahiyah, dan kau terlepas dari ke akuanmu yang berlebih...
Aku mengenalmu dulu bukanlah seorang pribadi yang asing, dan aku tidak mau terkukung keterasingan begini antara kita, engkau sahabatku yang dulu aku kenal begitu santun..elok prilakumu, ikhlas engkau berbuat jangan biarkan sang masa merubahmu kawan...jangan biarkan dirimu hanyut dan tenggelam dalam buaian mimpi mimpi kamu dan segala ketidak pastian itu...engkau sahabatku...aku ingin kau seperti dulu..seperti dirimu yang dahulu kawanku....
posted by akbarfajar @ Sunday, April 03, 2005   2 comments
Saturday, April 02, 2005
Dahaga


Saat kubuka lemari pakaianku, dia masih tergeletak di sana, masih ditempat yang sama, masih di sudut yang sama, masih di situ, dan masih tak tersentuh..bergetar hatiku, terkoreh bathinku...kubasuh dulu tanganku, kucuci muka dan kakiku, kuusap dan kubasahi rambutku, kukumur mulutku, karena engkau begitu suci, untaian kalam itu begitu suci...ku ulurkan tangan menyentuhmu, kubenamkan dalam dadaku, kuangkat di atas kepalaku aku tempelkan dikeningku, kemudian kukecup engkau...aku rindu kamu..aku rindu...
Lama engkau tak kusentuh....
Lama engkau tak kubaca.....
Lama engkau tak kubuka.....
Lama gulana ini menderaku tanpa terangmu.....
Lama pongahku ini jadi jalanku tanpa bisikanmu.....
Lama liarku tanpa hidayahmu....
Lama diriku tengelam dalam nuansa semu....
Lama kering bathinku tanpa tetes embunmu....
Lama gulita diriku tanpa nurmu....
Kini kusibakan debu yang menempel di tubuhmu...kurengkuh engkau...sesak dadaku...berat nafasku, kubuka kembali halaman kalamMu, kulantunkan kembali lafaz lafaz sucimu, siraman hikmahMu perlahan membasahi kerontangnya bathin ini, mengalir dalam darah dan nafasku, kini kubersujud kembali di maghribanMu...serta izinkanlah lafaz lafaz suci kalamMu melantun kembali dari lidahku...dan menghiasi malam malam sunyiku...amienn...

posted by akbarfajar @ Saturday, April 02, 2005   0 comments
Wednesday, March 30, 2005
Seputar BBM


Seperti telah diketahui secara luas, dalam Sidang Paripurna DPR dua minggu lalu guna mengambil keputusan seputar kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga BBM, telah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah anggota DPR. Pemicunya adalah adanya perbedaan sangat tajam antara kelompok yang mendukung dan yang menolak kebijakan itu.

Melihat kericuhan itu, ada satu pertanyaan penting yang pantas diajukan: DPR sesungguhnya mewakili siapa? Secara formal, tentu mereka semua adalah wakil rakyat. Namanya juga anggota 'Dewan Perwakilan Rakyat'. Akan tetapi, benarkah mereka sungguh-sungguh mewakili seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta? Jika benar mewakili rakyat, mengapa mereka begitu sulit mengambil keputusan untuk menolak kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM yang memang ditolak oleh mayoritas rakyat? Bukankah di mana-mana rakyat tampak mengekspresikan nada penolakan dengan berbagai cara? Jajak pendapat yang dibuat oleh LSI juga menunjukkan, bahwa hampir 95% rakyat menolak kenaikan BBM. Meski demikian terang reaksi rakyat, mengapa anggota DPR yang terhormat itu tampak tidak mudah mengambil keputusan? Lalu siapa sebenarnya yang mereka wakili?

Pertanyaan serupa juga wajar untuk diajukan kepada Pemerintah. Jika nada keberatan rakyat terhadap kenaikan BBM sudah demikian nyata dan dampak dari kenaikan itu telah membuat kehidupan rakyat semakin berat, mengapa Pemerintah tetap saja meneruskan keputusan menaikkan harga BBM? Sebenarnya Pemerintah mengelola negara ini untuk kepentingan siapa? Benarkah untuk kepentingan rakyat atau kepentingan pihak lain?

Jalan Liberalisasi Ekonomi

Di tengah berbagai persoalan yang tengah menghimpit negeri ini, Indonesia tampaknya benar-benar tengah menjadi mangsa kapitalis global melalui apa yang disebut dengan program liberalisasi ekonomi, salah satunya adalah liberalisasi sektor migas (minyak dan gas).

Benar, jika ditelusuri ke belakang, kenaikan harga BBM bukan hal baru bagi Indonesia. Akan tetapi, jika disimak motivasinya, kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan ini sangat berbeda motivasinya. Sesuai dengan UU Migas No 22/2001, kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan mustahil dapat dipisahkan dari tengah berlangsungnya apa yang disebut dengan 'liberalisasi industri migas' di negeri ini. Artinya, kenaikkan harga BBM yang terjadi belakang secara tegas digerakkan oleh motivasi untuk menghapuskan subsidi BBM dan menyesuaikan harga BBM dengan harga pasar internasional. Pertanyaannya, mengapa industri migas harus diliberalisasi, dan mengapa pula harga BBM harus disesuaikan dengan harga pasar internasional?

Jawabannya sangat sederhana. Sebagaimana dikemukakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, tujuannya antara lain adalah untuk merangsang masuknya investasi asing ke sektor hilir industri migas di sini. Sebagaimana dikatakannya, 'Liberalisasi sektor hilir migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas.... Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi Pemerintah. Sebab, kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk.'' (Kompas, 14/5/ 2003).
Karena sejak semula diniatkan untuk mengundang masuknya investor asing, tidak aneh jika hampir semua aspek perumusan kebijakan Pemerintah dalam melakukan liberalisasi industri migas dan menaikkan harga BBM sarat dengan campur tangan asing, khususnya Amerika. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) berikut, ''USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform.'' Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, ''The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000.'' (http:www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-009.html).

Berdasarkan kutipan tersebut, dapat disaksikan betapa telah sangat jauhnya pihak asing, khususnya Amerika, terlibat dalam penyusunan kebijakan industri migas di Indonesia. Selain itu, disadari atau tidak, dapat disaksikan pula betapa telah sangat berkembang tradisi untuk menyerahkan penyusunan rancangan undang-undang (RUU) kepada pihak asing. Ketundukan para penguasa di negeri Muslim terbesar ini kepada pihak asing semakin hari makin terlihat jelas.

Sebagaimana diketahui, keterlibatan asing dalam penyusunan RUU tidak hanya dialami oleh UU Migas; tetapi dialami pula oleh UU Kelistrikan, UU Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan beberapa produk perundang-undangan lainnya. RUU Kelistrikan disusunkan oleh Bank Dunia, sedangkan RUU BUMN disusunkan oleh Price Waterhouse Coopers (Revrisond Baswir, 2004).

Selanjutnya, khusus mengenai kenaikan harga BBM, simaklah pernyataan USAID mengenai keterlibatan Bank Dunia berikut, ''Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and provided assistance to the State electric company on financial and corporate restructuring.''

Dengan latar belakang seperti itu, mudah dimengerti jika dalam iklan layanan masyarakat yang diterbitkan Pemerintah dalam rangka sosialisasi penghapusan subsidi BBM, ditemukan sebuah grafik yang berjudul, ''Kelompok terkaya menikmati subsidi BBM terbesar,'' yang datanya bersumber dari hasil studi Bank Dunia.

Bagaimana halnya dengan kajian dampak ekonomi kenaikan harga BBM? Sebagaimana terungkap dalam sebuah laporan yang berjudul, ''Kajian Dampak Ekonomi Kenaikan Harga BBM,'' yang diterbitkan oleh Pusat Studi Energi, Departemen ESDM pada Desember 2001, kajian tersebut ternyata dibiayai oleh AUSAID (Australia Agency for International Development), melalui International Trade Strategies (ITS) Pte. Ltd., Australia. Astaghfirullah al-‘azhim!

Lalu siapa yang tengah harap-harap cemas menanti tuntasnya pelepasan harga BBM ke pasar itu? Selain beberapa perusahaan migas domestik, di sini kita akan bertemu dengan beberapa perusahaan migas asing, termasuk dari Amerika. Sebagaimana dikemukakan Direktur Jenderal Migas Departemen ESDM, Iin Arifin Takhyan, saat ini terdapat 105 perusahaan yang sudah mendapat izin untuk bermain di sektor hilir migas, termasuk membuka stasiun pengisian BBM untuk umum (SPBU) (Trust, edisi 11/2004). Di antaranya adalah perusahaan migas raksasa seperti British Petrolium (Amerika-Inggris), Shell (Belanda), Petro China (RRC), Petronas (Malaysia), dan Chevron-Texaco (Amerika).

Dengan demikian, liberalisasi BBM merupakan salah satu jalan yang dapat mengakibatkan kaum Muslim kian terjajah. Padahal Allah SWT mengingatkan dalam al-Quran:

Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum Mukmin. (QS an-Nisa' [4]: 141).

Ketika menafsirkan ayat di atas, Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, dengan mengutip satu pendapat, menyatakan bahwa secara syar‘i Allah tidak menjadikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin. Karena itu, jika ditemukan fakta sebaliknya, yaitu adanya pihak yang justru memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin, berarti mereka telah menyimpang dari syariat-Nya.
Salah satu pilar penting sistem ekonomi dalam Islam adalah konsep kepemilikan. Kepemilikan diartikan sebagai izin dari Asy-Syâri‘ (Allah SWT) untuk memanfaatkan sesuatu.

Dalam pandangan syariat Islam, air, padang rumput (hutan) dan bahan bakar minyak (BBM)—juga barang tambang yang jumlahnya sangat banyak—merupakan milik umum/rakyat. Hal ini tegas sekali dalam hadis beliau:

Kaum Muslim bersekutu dalam 3 hal: air, dan padang gembalaan, dan api. Harga ketiganya (yakni memperjualbelikannya, red.) adalah haram. (HR Ibn Majah).



Sebagai pemilik, rakyat berhak untuk menikmati manfaat dari semua itu untuk berbagai keperluan. Namun, karena BBM khususnya, memerlukan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, serta distribusi yang tidak sederhana, maka rakyat menyerahkan semua itu kepada Pemerintah sebagai wakil mereka.

Jadi, Pemerintah dalam hal ini lebih merupakan wakil dari rakyat, bukan sebagai pemilik, karena pemilik yang sesungguhnya adalah rakyat itu sendiri. Karena bukan pemilik, Pemerintah tidak berhak untuk menyerahkan pengelolaan sumberdaya alam itu kepada orang tertentu, apalagi pihak asing. Pemerintah juga tidak berhak bertindak seolah-olah sebagai penjual, apalagi menempatkan rakyat sebagai pembeli. Bagaimana mungkin sang pemilik harus membeli miliknya sendiri, apalagi membeli dari orang asing di halaman rumah sendiri? Kalau demikian, sikap Pemerintah menaikkan harga BBM ini untuk rakyat ataukah pihak asing?

Karenanya, walaupun sudah diputuskan, kenaikan itu secara prinsip tetap harus ditolak. Mengapa? Karena keputusan itu, di samping merupakan jalan bagi liberalisasi migas yang sangat berbahaya bagi umat Islam, juga bertentangan dengan ketentuan syariat Islam mengenai kepemilikan, yaitu bahwa BBM adalah milik umum/rakyat.

Ketika disebut bahwa Pemerintah telah memberikan subsidi besar sehingga harga BBM di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran internasional, timbul kesan seolah yang empunya BBM adalah Pemerintah yang menjual kepada rakyat dengan harga bersubsidi. Sebagai penjual, Pemerintah merasa subsidi yang diberikan kepada rakyat terlalu besar sehingga perlu dikurangi agar tidak terlalu membebani APBN. Konsep seperti ini adalah khas kapitalis, yang tentu saja bertentangan dengan konsep Islam. Karena itu, sekali lagi kenaikan harga BBM harus ditolak!

Jelaslah bahwa kebijakan penaikan BBM, di samping bertentangan dengan syariat Islam juga merupakan jalan bagi berlangsungnya liberalisasi industri migas yang akan membahayakan ekonomi rakyat pada masa mendatang. Pertanyaannya, akankah para anggota DPR yang ada sekarang ini membiarkan saja berlangsungnya proses liberalisasi sektor migas yang tidak lain merupakan 'Amerikanisasi' BBM tersebut? Jawabannya: Wallâhu a'lam. Yang pasti, jika mereka membiarkan saja semua itu berlangsung, lalu mereka sebenarnya mewakili siapa, dan membuat kebijakan untuk siapa? Padahal kekuasaan dan kepemimpinan itu amanah dari rakyat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan di hadapan Allah SWT.

posted by akbarfajar @ Wednesday, March 30, 2005   0 comments
Monday, March 28, 2005
Kami selalu lupa


Gempa berkekuatan 8,2 skala Richter terjadi Senin malam pukul 23.09 di laut antara Pulau Nias (Sumatera Utara) dan Pulau Simeulue (Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa terjadi pada koordinat 2,1 Lintang Utara dan 97 derajat Bujur Timur, pada kedalaman 33 km, menurut keterangan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Gempa dirasakan juga di daerah Padang, Jambi, Pekanbaru, Riau.
Isyarat apa lagikah ini bagi negeriku, setelah luka lama dari Tsunami belum lah kering sekarang ditimpa dengan bencana selanjutnya..jadi teringat pada sebait lagunya ebit G ade "atau Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa dosa"
Apakah isyarat pertamaMu belum juga membangunkan akal fikiran yang masih asyik dengan kesibukan duniawi..masih asyik melantunkan nyanyian nyanyian kosong, masih asyik memikirkan diri sendiri..asyik mendulang mutiara di atas darah bangsa sendiri dan asyik jika melihat teman atau bangsa sendiri celaka atau kecewa...asyik menikmati nikmatMu tanpa sedikitpun mau bersyukur padaMu..??
Tuhan mau kemanakah negeriku setelah sekian lama kamipun merindukan pemimpin pemimpin yang bisa membawa negeri kami...kami lemah Tuhan tiada kami berusaha tanpa UsahaMu dan tiada kami berdaya tanpa dayaMu..kami sadari bahwa kami selalu lupakan Engkau, kami tidur dalam nafsu kami, kami lupa akan kalamMu, didiri kami dipenuhi kemunafikan, kerakusan, keangkuhan, keakuan, ketakabburan...
Cambukmu ini adalah peringatan bagi kami agar kami bangun dari tidur kami yang diselimuti nafsu kami...mata hati kami selalu terpejam untuk melihat ke agunganMu, keluhuranMu...
Getaran yang Engkau Guncangkan di negeriku..semoga bisa mengetarkan iman kami untuk kembali bersujud kepadamu,dan guncangan ini akan mengguncangkan kepongahan kami...serta meruntuhkan keangkuhan kami untuk mau bersyukur atas semua nikmatMu...
hijrahnya sebagian bangsa kami semoga juga menjadikan hijrahnya hati ini untuk mau mengakui keagunganMU...

posted by akbarfajar @ Monday, March 28, 2005   2 comments
about me
My Life Just like the winds blow, In the will of man there is a power of longing wich turns the mist in ourselves into the sun.
the reality of life is life it's self, whose begiining is not in the womb, and whose ending is not in the grave


My PostinG
Archives
Vote For This Site

TopBlog Indonesia

ShoutboX

BuddieS


+ Donna
+ Isn4iNi
+ Am4N
+ YulY
+ My Dago
+ Lucy
+ Adikku sayang
+ Sam&Donna
+ Martin
+ Icha
+ NanDo
+ Rani&Rina
+ TuteH
+ SindhI
+ Neo-GingeR
+ Jutegh
+ Nabila

Daily DigesT


+ Kompas
+ Indosiar
+ Manajamen Qalbu
+ Harun Yahya
+ Pojok Humor

Play The Games


+ Bowling
+ Mini Pool
+ Animal Hunter
+ Fighting
+ Space Fighter
+ iNTERFACE eSCAPE
+ kNUG rALLy
+ PinBall
+ wRAX
+ Race
+ Shooting
+ Wild wild WesT
+ mOTORbIKE

Links
Hit CounteR


credite
15n41n1

Powered by Blogger

Subscribe with Bloglines

BloggerFamily

© 2004 qqsamudra